
Palu-Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Riset, Inovasi dan Teknologi Daerah bawakan materi terkait perlunya replikasi inovasi untuk mendukung keberlanjutan inovasi daerah dikalangan masyarakat. Bertempat Hotel Best Western Plus Coco Palu. Rabu (7/08/2024).

Penguatan ini disampaikan langsung oleh, Hasim R, selaku Kepala Bidang Riset, Inovasi dan Teknologi Daerah dalam kegiatan pelatihan pengelolaan dan penanganan pencemaran sampah laut bagi co- fasilitator Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah angkatan ke-II, yang diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulteng. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa/Lurah pada masing-masing Kab/Kota se-Sulawesi Tengah, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) serta akademisi.
Dalam paparannya, Hasim R, menjelaskan bahwa indeks inovasi daerah adalah sistim pengukuran & penilaian terhadap penerapan pembaharuan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah.

Terdapat beberapa fungsi dari indeks inovasi daerah, seperti bank data yang memuat himpunan inovasi daerah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengkajian dan pengembangan Inovasi daerah. Fungsi lainnya yaitu wadah pelaporan inovasi daerah, instrumen pengukuran inovasi daerah, serta sarana informasi dan pembelajaran untuk berbagi pengalaman dan informasi tentang Inovasi bagi Pemerintah Daerah dalam mengembangkan inovasi.
Bentuk dari inovasi daerah sendiri dapat berupa tata kelola pemerintahan, pelayanan barang/jasa publik, hingga pada inovasi bentuk lain seperti inovasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah. Adapun kriteria penilaian berupa pembaharuan, manfaat, kepentingan publik, urusan dan kewenangan Pemda serta replikasi/aplikatif.
Berdasarkan varibel ukur indeks inovasi daerah, Provinsi Sulteng masih terdapat beberapa variabel yang tergolong rendah seperti ekosistem dan kajian, SDM serta hasil kreatif. Hal ini dipengaruhi karena rendahnya capaian indikator indeks pembangunan manusia (IPM), roadmap sida/peta jalan inovasi, kajian inovasi, pemberian penghargaan inovasi daerah serta rendahnya jumlah inovasi daerah yang dilakukan pengiriman.
Jika dilihat dari indikator-indikator pada setiap variabel yang ada, Provinsi Sulawesi Tengah masih masif dalam pemenuhan pada indikator replikasi pada setiap inovasi yang diajukan. Sehingga diharapkan melalui kesempatan ini, baik perangkat daerah maupun masyarakat dapat mereplikasi inovasi guna mendukung inovasi daerah yang sudah ada.
“Untuk mendukung inovasi daerah, maka diharapkan perangkat daerah kab/kota dan juga masyarakat dapat mereplikasi inovasi yang sudah ada. Salah satunya yaitu pengelolaan dan penanganan pencemaran sampah laut yang merupakan inovasi Dinas kelautan dan perikanan ini” ungkap Hasim.
Adapun contoh referensi inovasi daerah yang dapat direplikasi terkait urusan wajib dasar seperti penurunan angka stunting, pendidikan anak berkebutuhan khusus, peningkatan layanan kependudukan dan inovasi yang mendukung perekonomian daerah.
Sumber: PPID BRIDA Prov. Sulteng.
