Pelaksanaan kajian pembangunan daerah di BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan
secara sistematis, berbasis bukti (evidence-based), dan mengacu pada kebutuhan
pembangunan daerah. Secara umum mekanismenya meliputi tahapan sebagai berikut:

  1. Identifikasi Isu Strategis
    o Menginventarisasi permasalahan, potensi, dan isu strategis pembangunan
    daerah berdasarkan dokumen perencanaan (RPJMD, RKPD, Renstra OPD),
    data statistik, hasil evaluasi pembangunan, serta usulan perangkat daerah.
  2. Penetapan Prioritas Kajian
    o Menentukan tema kajian sesuai prioritas pembangunan daerah, kebutuhan
    pengambilan kebijakan, dan arah kebijakan riset serta inovasi daerah.
  3. Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK)
    o Menyusun ruang lingkup, tujuan, metodologi, jadwal pelaksanaan, kebutuhan
    data, serta luaran yang akan dihasilkan.
  4. Pelaksanaan Kajian
    o Mengumpulkan data primer dan sekunder melalui studi literatur, survei,
    wawancara, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, maupun
    metode ilmiah lainnya sesuai kebutuhan kajian.
  5. Analisis Data
    o Melakukan analisis secara komprehensif menggunakan pendekatan ilmiah,
    statistik, maupun analisis kebijakan untuk menghasilkan rekomendasi yang
    objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Penyusunan Laporan dan Rekomendasi Kebijakan
    o Menyusun laporan hasil kajian yang memuat latar belakang, metodologi, hasil
    analisis, kesimpulan, serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi
    Pemerintah Daerah.
  7. Diseminasi dan Validasi Hasil Kajian
    o Memaparkan hasil kajian kepada pemangku kepentingan melalui forum
    diskusi, seminar, atau rapat koordinasi guna memperoleh masukan dan
    penyempurnaan rekomendasi.
  8. Pemanfaatan Hasil Kajian
    o Hasil kajian menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan,
    perencanaan pembangunan, penyusunan program dan kegiatan, serta
    pengambilan keputusan oleh Pemerintah Daerah.
    Output yang Dihasilkan
    – Laporan kajian pembangunan daerah.
    – Policy brief (ringkasan kebijakan).
    – Rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
    – Naskah akademik atau dokumen pendukung kebijakan (sesuai kebutuhan).
    – Bahan masukan untuk penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
    Tujuan utama pelaksanaan kajian pembangunan daerah adalah menyediakan rekomendasi
    kebijakan yang ilmiah, objektif, inovatif, dan berbasis data sehingga mampu mendukung
    perumusan kebijakan pembangunan yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan di Provinsi
    Sulawesi Tengah.

Dalam mendukung implementasi Program 9 BERANI Sulawesi Tengah, BRIDA Provinsi
Sulawesi Tengah melaksanakan riset dan inovasi daerah melalui langkah-langkah strategis
yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah. Langkah-langkah tersebut
meliputi:

  1. Pemetaan Isu Strategis dan Kebutuhan Riset
    o Mengidentifikasi permasalahan, potensi, dan tantangan pembangunan yang
    berkaitan dengan pelaksanaan Program 9 BERANI.
    o Menentukan prioritas riset berdasarkan kebutuhan perangkat daerah dan target
    pembangunan.
  2. Penyusunan Agenda dan Prioritas Riset Daerah
    o Menyusun tema-tema riset yang mendukung pencapaian sasaran Program 9
    BERANI.
    o Menyelaraskan agenda riset dengan RPJMD, RKPD, dan dokumen
    perencanaan perangkat daerah.
  3. Pelaksanaan Kajian Berbasis Bukti (Evidence-Based Policy)
    o Menghasilkan kajian ilmiah, analisis kebijakan, dan rekomendasi yang dapat
    menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah.
    o Memanfaatkan data statistik, hasil penelitian, serta informasi lapangan sebagai
    dasar analisis.
  4. Pengembangan dan Implementasi Inovasi Daerah
    o Mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta
    inovasi sektor unggulan yang mendukung percepatan pembangunan.
    o Memfasilitasi replikasi dan pengembangan inovasi yang telah terbukti
    memberikan manfaat.
  5. Kolaborasi Riset dan Inovasi
    o Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga
    penelitian, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat melalui pendekatan
    kolaboratif.
    o Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan keahlian dari berbagai
    pemangku kepentingan.
  6. Penguatan Data dan Sistem Informasi
    o Mengembangkan basis data riset, inovasi, dan indikator pembangunan sebagai
    sumber informasi dalam penyusunan kebijakan.
    o Mendukung proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan
    secara lebih akurat.
  7. Diseminasi dan Pemanfaatan Hasil Riset
    o Menyampaikan hasil kajian dan inovasi kepada perangkat daerah serta
    pemangku kepentingan melalui forum ilmiah, FGD, seminar, maupun media
    informasi.
    o Mendorong hasil riset menjadi dasar penyusunan program, kegiatan, dan
    regulasi daerah.
  8. Monitoring dan Evaluasi
    o Melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam
    pembangunan daerah.
    o Mengevaluasi dampak implementasi rekomendasi untuk penyempurnaan
    kebijakan dan agenda riset berikutnya.

Hasil yang Diharapkan
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, riset dan inovasi daerah diharapkan mampu:
– menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data;
– meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan;
– mempercepat pencapaian target Program 9 BERANI;
– meningkatkan daya saing daerah, produktivitas sektor unggulan, serta kesejahteraamasyarakat; dan
– membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan di Provinsi SulaweTengah.
Dengan pendekatan tersebut, BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah berperan sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, data, inovasi, dan kebijakan, sehingga setiap program prioritas daerah, termasuk Program 9 BERANI, didukung oleh rekomendasi ilmiayang implementatif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah memanfaatkan Data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebagai instrumen strategis dalam mendukung penyusunan kebijakan dan perencanaan
pembangunan yang berbasis data (evidence-based policy). Pemanfaatan IDSD tidak hanyaberfungsi sebagai alat ukur kinerja daya saing daerah, tetapi juga sebagai dasar dalam
menentukan arah kebijakan, prioritas pembangunan, dan perbaikan program pemerintah.
Beberapa contoh konkret pemanfaatannya adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan Prioritas Program Pembangunan
    o Hasil analisis IDSD digunakan untuk mengidentifikasi indikator yang masih
    memerlukan perbaikan, sehingga pemerintah dapat memprioritaskan program
    dan anggaran pada sektor yang memiliki nilai atau capaian yang relatif rendah.
  2. Menyusun Rekomendasi Kebijakan Berbasis Data
    o BRIDA menyusun kajian dan policy brief berdasarkan hasil analisis IDSD
    sebagai bahan masukan bagi Gubernur dan perangkat daerah dalam
    merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
  3. Mendukung Penyusunan Dokumen Perencanaan
    o Data IDSD dimanfaatkan sebagai salah satu referensi dalam penyusunan
    RPJMD, RKPD, Renstra Perangkat Daerah, serta dokumen perencanaan
    lainnya agar sasaran pembangunan lebih terukur.
  4. Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
    o Perkembangan nilai IDSD dipantau secara berkala untuk mengevaluasi
    efektivitas program pembangunan serta mengidentifikasi aspek yang
    memerlukan tindak lanjut atau penyempurnaan.
  5. Pendampingan Perangkat Daerah
    o BRIDA melakukan sosialisasi, koordinasi, dan pendampingan kepadaperangkat daerah agar memahami indikator IDSD serta mampu menyusun
    program yang berkontribusi terhadap peningkatan daya saing daerah.
  6. Pengembangan Dashboard dan Sistem Informasi IDSD
    o Data IDSD diolah dalam bentuk dashboard, infografis, dan visualisasi datasehingga lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan
    dalam proses pengambilan keputusan.
  7. Mendorong Kolaborasi Pembangunan
    o Hasil analisis IDSD menjadi bahan diskusi bersama perangkat daerah,
    perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untukmerumuskan solusi terhadap tantangan pembangunan daerah.
  8. Mendukung Program Prioritas Daerah (Program 9 BERANI)
    o Data IDSD digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yangmemengaruhi daya saing daerah sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi, inovasi, dan intervensi kebijakan yang mendukung keberhasilan Program 9 BERANI.
    Manfaat bagi Pembangunan Daerah
    Melalui penguatan dan pemanfaatan Data IDSD, BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah
    berupaya:

 meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang berbasis data;
 menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan terukur;
 memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam meningkatkan daya saing;
 mendukung inovasi pembangunan yang berorientasi pada hasil; dan
 meningkatkan daya saing Provinsi Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.

Contoh implementasi di Provinsi Sulawesi Tengah adalah melalui Inovasi “BERANI
BERDAYA SAING”
, yaitu penguatan dan pemanfaatan Data Indeks Daya Saing Daerah
sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan, penyelarasan program lintas perangkat
daerah, penyusunan dokumen perencanaan, serta monitoring dan evaluasi pembangunan.
Melalui inovasi ini, data IDSD tidak hanya menjadi indikator pengukuran, tetapi juga
menjadi instrumen pengambilan keputusan yang membantu pemerintah daerah
menetapkan prioritas pembangunan, memperbaiki kinerja indikator daya saing, dan
meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program 9 BERANI menuju pembangunan Provinsi
Sulawesi Tengah yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

https://brida.sultengprov.go.id/wp-content/uploads/2026/07/2026-IGA-pedoman-teknis.pdf

HKI (Hak Kekayaan Intelektual) adalah hak yang diberikan kepada seseorang atau kelompok atas hasil karya, ide, inovasi, atau kreativitas yang memiliki nilai ekonomi dan dilindungi oleh hukum.

HKI penting untuk melindungi karya dari penyalahgunaan atau pembajakan, memberikan kepastian hukum, meningkatkan nilai ekonomi karya, dan mendorong lahirnya inovasi baru.

BRIDA memberikan layanan konsultasi HKI, pendampingan pendaftaran kekayaan intelektual, verifikasi dokumen, serta fasilitasi pengajuan permohonan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Masyarakat umum, peneliti, dosen, guru, mahasiswa, pelaku UMKM, ASN, dan inovator yang ingin melindungi hasil karya atau inovasinya.

Beberapa di antaranya adalah Hak Cipta, Paten, Merek, Desain Industri, Rahasia Dagang, Indikasi Geografis, dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

Dokumen yang dibutuhkan disesuaikan dengan jenis HKI, namun umumnya meliputi identitas pemohon, deskripsi karya atau inovasi, serta dokumen pendukung lainnya

Layanan konsultasi dan pendampingan di BRIDA umumnya tidak dipungut biaya. Namun, biaya pendaftaran resmi ke DJKI mengikuti ketentuan pemerintah yang berlaku.

Lama proses bergantung pada jenis HKI dan tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh DJKI.

Pemilik memperoleh perlindungan hukum, hak eksklusif atas karyanya, peluang komersialisasi, serta meningkatkan kepercayaan dan daya saing produk atau inovasi.

Pemohon dapat datang langsung ke BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah atau mengakses layanan melalui aplikasi/website Sentra KI yang disediakan BRIDA untuk melakukan konsultasi maupun pengajuan permohonan.

Pemohon dapat mengajukan surat permohonan kepada BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah dengan melampirkan dokumen pendukung sesuai jenis layanan yang diajukan. Selanjutnya, permohonan akan diproses sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Ya. BRIDA dapat memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, bimbingan teknis, workshop, seminar, atau kegiatan lain sesuai program kerja dan ketersediaan anggaran.

Calon mitra dapat menyampaikan proposal atau surat kerja sama kepada BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah. Usulan akan dikaji berdasarkan kesesuaian dengan prioritas pembangunan daerah, kebutuhan riset, serta ketentuan yang berlaku.