PALU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah terus mematangkan persiapan Lomba Inovasi Daerah Masyarakat. Langkah ini diawali dengan menggelar rapat audiensi bersama sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Tengah yang memiliki program studi ilmu komputer. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang “Berani Berinovasi” Kantor Brida Provinsi Sulteng pada Rabu (17/06/2026).

Dipimpin oleh Kepala Bidang Riset, Inovasi, dan Teknologi Brida Sulteng, Hasim, audiensi ini bertujuan untuk menjaring masukan, saran, serta menyelaraskan Petunjuk Teknis (Juknis) perlombaan agar implementasi di lapangan berjalan optimal.

Lomba inovasi tahun ini mengusung tema cukup strategis: “Ayo! Berani Berinovasi Melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna Berbasis Digitalisasi Pembayaran untuk Mendukung Transformasi UMKM di Sulawesi Tengah”. Program ini merupakan kolaborasi nyata antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Brida dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah.

Fokus utama lomba ini adalah melibatkan mahasiswa ilmu komputer secara aktif untuk membangun dan mengembangkan aplikasi pembayaran digital berbasis QRIS. Kita ingin mendorong transformasi metode pembayaran pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan efisien melalui satu kode QR,” ujar Hasim dalam arahannya.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh para pejabat fungsional peneliti Brida serta para pimpinan program studi teknologi informasi dari berbagai kampus yang ada di Sulteng, seperti Universitas Tadulako (Untad), UIN Datokarama, Universitas Muhammadiyah, STMIK Adhi Guna, dan STMIK Bina Mulia.

Sejumlah masukan penting berhasil dirumuskan dalam pertemuan ini demi menyempurnakan teknis lomba, diantaranya yaitu perwakilan Universitas Tadulako, Anita Ahmad Kasim, menyarankan agar pengembangan aplikasi berfokus pada sistem pembayaran UMKM mengingat durasi lomba yang efisien (1 bulan), dengan penilaian yang juga mempertimbangkan keberagaman alat (tools) yang dibuat peserta.

Selain itu, Anwar, dari STMIK Adhi Guna menekankan bahwa sasaran utama aplikasi haruslah UMKM yang saat ini masih menggunakan sistem pembayaran tunai (belum digital), disertai surat pernyataan resmi. Sedangkan, Emil Podungge, dari STMIK Bina Mulia memberikan masukan terkait administrasi undangan peserta dan menyarankan agar Bimbingan Teknis (Bimtek) digelar via Zoom untuk mengantisipasi tingginya antusiasme peserta.

Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, juknis perlombaan secara umum telah disetujui. Berikut adalah poin-poin penting pelaksanaan lomba:

  1. Jadwal pelaksanaan lomba akan berlangsung mulai 18 Juni hingga 17 Agustus 2026.
  2. Syarat peserta merupakan Mahasiswa aktif program studi Ilmu Komputer minimal semester 4 (telah menempuh kuliah lebih dari 2 tahun).
  3. Sebelum berkompetisi, peserta akan dibekali Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan kalangan akademisi.
  4. Output minimal dari aplikasi yang dibangun wajib mampu mencatat transaksi pembayaran, pencatatan pajak, serta fungsi tambahan pendukung lainnya.
  5. Pemenang akan mendapatkan penghargaan berupa piagam, uang pembinaan, plakat, serta fasilitas layanan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara gratis.

Puncak acara dan penganugerahan pemenang direncanakan akan bersinergi dengan momentum Pekan QRIS Nasional (PQN) yang diselenggarakan pada 10–17 Agustus 2026. Sebagai tindak lanjut, Brida Provinsi Sulawesi Tengah akan segera mengirimkan surat permintaan delegasi peserta secara tertulis ke masing-masing perguruan tinggi dalam waktu dekat.

Gandeng Perguruan Tinggi dan Bank Indonesia, Brida Sulteng Matangkan Lomba Inovasi Aplikasi QRIS untuk Transformasi UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *