Palu, 3 Juni 2026 – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T., menerima kunjungan kerja Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Herry Jogaswara, beserta sejumlah peneliti BRIN di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang bertujuan memperkuat sinergi antara BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah dan BRIN dalam bidang riset, pelestarian budaya, serta pengembangan inovasi berbasis potensi daerah.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah upaya penanganan penyakit bangkalan yang menjadi ancaman bagi komoditas durian di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong. BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah akan memfasilitasi pelaksanaan rapat koordinasi yang melibatkan BRIDA kabupaten, peneliti BRIN, asosiasi durian, petani, dan eksportir untuk membahas penyebab serta solusi penanganan penyakit tersebut.

Penyakit bangkalan diketahui menyebabkan buah durian terasa hambar, rontok sebelum waktunya, serta mengakibatkan pembusukan pada batang tanaman. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari rapat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Badan Karantina Nasional pada 26 Mei 2026 yang turut menyoroti persoalan tersebut sebagai salah satu tantangan utama yang dihadapi petani durian di daerah.

Selain itu, BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah juga akan memfasilitasi kegiatan diseminasi hasil riset yang dilakukan oleh peneliti BRIN di bidang arkeologi, bahasa lokal, dan sastra. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Kabupaten Morowali, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas pentingnya penguatan pembelajaran mitigasi bencana berbasis pengetahuan lokal kepada masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dengan memanfaatkan kearifan lokal yang telah berkembang secara turun-temurun.

Agenda strategis lainnya adalah fasilitasi pengajuan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terhadap sejumlah bahasa lokal di Sulawesi Tengah, yakni Bahasa Banggai, Saluan, Balantak, dan Andio. Proses fasilitasi ini akan melibatkan BRIDA Kabupaten Banggai, Dinas Kebudayaan, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Sebagai bagian dari tahapan pengusulan WBTb tersebut, BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah juga akan memfasilitasi kegiatan diseminasi hasil riset yang menjadi dasar penguatan dokumen pengusulan.

Mengakhiri kunjungannya, Dr. Herry Jogaswara menyampaikan sejumlah hal penting terkait penentuan Lokasi Kerja Eksternal (LKE) bagi para peneliti BRIN di Sulawesi Tengah yang difasilitasi oleh BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung pengembangan ekosistem riset di daerah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui BRIDA Provinsi sangat mendukung keberadaan Lokasi Kerja Eksternal (LKE) di Sulawesi Tengah yang dikhususkan bagi peneliti BRIN yang telah berdomisili di Sulawesi Tengah. Dengan demikian, koordinasi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan semakin banyak kerja sama riset yang dapat dikembangkan,” ujar Shandra.

Di akhir pertemuan, rombongan melakukan peninjauan ke ruangan yang direncanakan menjadi Lokasi Kerja Eksternal (LKE) bagi peneliti BRIN di Sulawesi Tengah. Diharapkan keberadaan fasilitas tersebut dapat semakin memperkuat kolaborasi riset antara BRIN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

BRIDA PROVINSI SULAWESI TENGAH DAN BRIN PERKUAT KOLABORASI RISET, PELESTARIAN BAHASA LOKAL, DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DURIAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *