Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/bridasul/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Palu – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mentransformasi potensi riset menjadi inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Membangun Ekosistem Inovasi Berbasis Riset di Sulawesi Tengah” untuk mendorong daya saing daerah dan hilirisasi industri, yang berlangsung di Aula Nagaya Brida. Senin (18/11/2025).

Kegiatan ini secara khusus menghadirkan narasumber utama dari pusat yaitu, Sri Nuryanti, selaku Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang ikutinya secara during serta menghadirkan peserta yang berasal dari Brida, Bapperida, Bapelitbangda Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah.

Membuka bimtek tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Brida Sulteng, Hasim R, menyampaikan bahwa salah satu pertimbangan dilakukannya bimtek ini yaitu sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri yang meminta agar para pimpinan daerah lebih mengintensifkan dan menseriusi upaya-upaya untuk membangun ekosistem inovasi yang berbasis riset.

“Tentunya mungkin saja ini adalah hal yang baru didengar, terkait bagaimana strategi yang bisa dilakukan oleh teman-teman di Brida, Bapperida, Bapelitbangda Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah. Karena kita tahu bahwa salah satu kendala utama dalam membangun ekosistem inovasi itu yang pertama adalah keterbatasan SDM,” ujar Hasim.

Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan BRIN, Sri Nuryanti, dalam paparannya menekankan perlunya mendorong riset terapan pada komoditas prioritas seperti kakao, kelapa, dan perikanan serta mengembangkan “Science Techno Park” inovasi agro-industri.

“Selain itu perlunya melakukan kajian mitigasi bencana untuk tata ruang yang lebih aman serta memetakan potensi energi baru terbarukan untuk mendukung industrialisasi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti beberapa tantangan dan juga hambatan yang terjadi saat ini, seperti pendanaan riset, kapasitas SDM, hasil riset di universitas masih banyak yang berhenti di jurnal (prototipe) dan belum diadopsi oleh industri untuk komersialisasi, serta integrasi data.
Selanjutnya, ia juga memberikan beberapa rekomendasi strategi akselerasi yang dapat diterapkan khususnya di Sulawesi Tengah yaitu, melakukan riset sesuai kebutuhan, memperbanyak ikubator bisnis teknologi di kampus dan memfungsikan science techno park sebagai jembatan hilirisasi, serta memberikan intensif bagi industri yang melakukan R&D dan bekerjasama dengan periset lokal di Sulawesi Tengah.

Sumber: PPID Brida Prov. Sulteng.

Siap Bangun Ekosistem Inovasi Berbasis Riset, BRIDA Sulteng Gelar Bimtek Bersama BRIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *