Palu – Dalam rangka peningkatan dan pemanfaatan data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah selenggarakan focus group discussion (FGD) penguatan IDSD bersama kementerian/lembaga dan perangkat daerah terkait. Selasa (15/07/2025).

Membuka kegiatan tersebut, Hasim R, selaku Pelaksana tugas Kepala Brida Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan, dalam penilaian indeks daya saing daerah, terdapat 12 pilar yang wajib dipenuhi baik kementerian/Lembaga maupun OPD untuk meningkatkan IDSD Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu pilar institusi, infrstruktur, adopsi TIK, kestabilan ekonomi makro, kesehatan, keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, system keuangan, ukuran pasar, dinamisme bisnis, kapabilitas inovasi.

Ke-12 pilar tersebut diperlukan penyelarasan data, yang nantinya akan memengaruhi skor akhir dari penilaian indeks daya saing daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan demikian perlunya kerja sama antara Brida Provinsi Sulawesi Tengah dan perangkat daerah serta instansi terkait untuk menyelarasakan data-data yang ada.

“Ke 12 pilar ini saya berharap perangkat daerah dan juga instansi yang bertanggung jawab pada masing-masing pilar dapat bekerja sama dengan Brida untuk menyelaraskan data tersebut, yang nantinya akan kami kirim ke BRIN,” ujar Hasim.

Hasil rilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dilaporkan oleh Kepala Bidang Kebijakan dan infrastruktur Brida, Rohani, menunjukkan bahwa skor IDSD Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2024 mengalami peningkatan, dari 3,25 ditahun 2023 menjadi 3,30 ditahun 2024.

Selain itu, mengacu pada hasil rilis tersebut bahwa terdapat 2 pilar dengan kategori kuat yaitu pilar 10 terkait ukuran pasar dan pilar 1 terkait institusi. Sedangkan pilar dengan kategori kuat yaitu pilar 9 terkait sistem keuangan serta pilar 7 terkait pasar produk.
Sumber: PPID Brida Prov. Sulteng.
